Jumat, 13 Maret 2009

Menikmati peran menjadi aktor

"jangan pernah berhenti hanya pada satu titik saja, fleksibel dan cobalah hal-hal yang terpendam dalam karakter yang di perankan"
kutipan stanislavski di atas menunjukkan betapa dalammya penggalian yang harus dilakukan oleh setiap aktor. ketika aktor, khususnya pemula, berlatih memerankan seorang tokoh cenderung untuk melakukan pengulangan-pengulangan cara bicara, mimik, gestur bahkan tempo, saat itulah keahlian dan kemauan aktor untk mendalami diperlukan. mencoba cara-cara lain dalam memainkan tokoh merupakan seni dalam keaktoran.
aktor yang baik mampu menciptakan banyak kemungkinan penafsiran yang nantinya di tunjukkan ke sutradara. sutradara nantinya akan memilih satu diantara sekian cara aktor memainkan tokoh itu.
contoh kasus:
ham mendapatkan peran menjadi seorang bapak yang memiliki istri dan seorang anak perempuan. berumur 54 tahun. berwatak santun, bijak namun tegas.
pada keterangan fisik dan watak di atas masih memiliki ruang untuk kita eksplor lagi yaknia pada (1) fisik, aktor bisa memilih bapak yang agak bungkuk, tegap, kuyu, atau normal. (2) suara, suara seorang bapak berusia 54 tahun bisa di mainkan anatara serak, tegas, sedikit kemayu, sopan dan ramah, suara tinggi, cempreng, atau agak bindeng. (3) cara bicara, intonasi ketika bapak berdialog sendiri (jika ada kesempatan untuk monoplay) atau ketika berdialog dengan tokoh lain itu di bedakan berdasarkan emosi saat itu. bapak bisa menggunakan intonasi yang cepat dan tegas, cepat dan sopan, pelan dan tegas, pelan dan sopan, potongan tiap kata yang jelas, atau terlihat berpikir sebelum berialog.
ketiga ruang di atas masih memiliki ruang lagi bila di cvermati lebih mendalam oleh aktor.
nikmatilah peran menjadi aktor dengan cara menikmati peran itu.
jangn berhenti hanya pada satu titik saja sebab aktor akan kehilangan tugasnya sebagai aktor yang baik.

1 komentar:

lala mengatakan...

???

Pendidikan murah

pendidikan murah hanya akan menjadi selogan di tiap kampanye para elit politik, namun tak pernah terealisasikan dalam kehidupannya. anggaran untuk pendidikan yang di amanatkan dalam UUD pun hanya tulisan belaka, sebab masih banyak didengar siswa putus sekolah, gedung sekolah rubuh dan tak layak, fasilitas belajar sangat minim atau gaji guru yang tak merata.
bisakah pemerintah mewujudkan pendidikan murah sementara korupsi masih merajalela, pejabat pemerintahan yang hanya memikirkan perut, bencana dimana-mana dan tidak adanya kemauan kuat dalam menginvestasikan sumberdaya untuk pendidikan?
biaya pendidikan saat ini bukannya tambah turun, namun kebalikannya, tambah menanjak.
apakh ini hanya usaha monopoli para penguasa agar generasi mereka saja yang berpendidkan tinggi yang akhirnya meneruskan jabatan mereka??
kita harus lihat ini sebagai sebuah kemunduran nasional yang drastis.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

menurut aq sih, pendidikan murah buat anak" di indonesia itu susah untuk terujud.
ya selama pejabatnya ga ngereken ato cuma sok ngereken, pendidkan tetap cuma buat orang kaya aja.
setuju banget mas!

Qur'an

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu'min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Qur'an, 48:26)


komentar : lara
mengatakan... wah klo dah ngomongin soal sombong, kudu ati-ati neh apalagi ambilnya dari Al-Quranjangan sombong lagi tuh...apalgi suka bilang, "Muharram gt loh"


Malam


Aku terpesona pada malam

Ia mendung tanpa angin, tanpa kilat

Aku merenung tanpa sesal esok bagaimana

Aku diam pada malam

Pada bulan yang sombong untuk menyapa.

November 2007

मालम

मालम

अकू तेर्पेसोना पड़ा मालम

इया मेंदुंग तंपा अनगिन, तंपा किलत

अकू मेरेनुंग तंपा सेसल एसोक बगैमाना

अकू दीं पड़ा मालम

पड़ा बुलन यांग सोम्बोंग उन्तुक मेंयापा.

नवम्बर २००७

Diam disini

Diam disini

Tubuh yang mengeluh,
Merintih di himpit malam
Terbujur kaku di depan bamboo ungu

Tidak dimana,
Tidak kemana,
Ia mencari dalam buta

Melayang-layang
Hinggapnya di pelupuk mata
Mata siapa?
Mata sendiri!

Tidak kemana,
Tidak dimana

07 november 07

Tak Tersentuh di mengerti

Tak tersentuh di mengerti

Sepi menekan hampa malam
Yang lewat setengahnya

Ada kabar dari yang tak tersentuh,
Nasib, untuk yang tak di mengerti,
Takdir.

Mereka saling menyapa dalam jarak nafas
Sepi, sepi, sepi.

14 november 2007 00.09